Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan di Mancanegara

Mahasiswa Asal Jatim di Hadramaut Adakan Buka Bersama, Angkat Isu Persatuan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Juni 2015 08:57 8:57 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Juni 2015 08:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Hari Ahad (28/06/2015) mahasiswa asal Jawa Timur di Hadhramaut yang tergabung dalam Komunitas Keramat Jatim menggelar acara buka bersama.

Acara yang diselenggarakan di musholla asrama dakhili Fakultas Syari’ah, Universitas Al-Ahgaff Tarim ini merupakan acara perdana pasca evakuasi besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia ketika Yaman dilanda peperangan dahsyat beberapa bulan silam.

Meskipun tersisa 28 anak dari Universitas Al-Ahgaff secara khusus, tapi hal tersebut tak menyurutkan langkah arek-arek Jawa Timur untuk tetap menjalin silaturrahim sesama saudara Muslim.

Komunitas secara khusus mengundang dosen asal Suriah, Syaikh Muhammad Yahya Ismail sebagai pembicara sebelum buka puasa.

Acara yang dimulai pukul setengah enam sore tersebut diawali dengan sambutan atas nama Ketua Keramat Jatim, Wafda Muhammad.

Baca Juga

Gadis Timor Leste Masuk Islam, Direstui Kedua Orang Tuanya yang Katolik
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
Seluruh Sopir Taksi Dubai Diberi Uang Bonus Ramadhan

Dalam sambutannya ia mengucapkan ribuan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan rakyat Jawa Timur serta jajaran ketua organisasi yang ada di Hadhramaut sebagai tamu undangan.

Tak lupa ia juga menyelipkan tujuan utama digelarnya acara ini yang tak lain adalah menjalin silaturrahim sesama saudara muslim. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan kultum yang diisi oleh Syaikh Muhammad Yahya Ismail yang mengangkat tema yang cukup krusial dan sangat cocok dengan gelaran acara sore itu, persatuan umat Islam.

Dalam paparannya, dosen asal Suriah yang mengajar di Universitas Al-Ahgaff ini mencuplik salah satu ayat Al-Qur’an yang menerangkan tentang persaudaraan antara sesama Muslim.

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika hubungan persaudaraan antara satu Muslim dengan Muslim lainnya lebih kuat daripada hubungan darah.

Hal tersebut karena memang umat Islam dilahirkan sebagai saudara yang sama-sama berada dalam sebuah payung bernama Islam.

“Umat Islam di zaman sekarang lebih mudah diadu dan terpengaruh oleh zaman. Banyaknya peperangan antar umat beragama maupun di dalam Islam sendiri telah mencerminkan hal tersebut. Sebut saja di China dan lain sebagainya.”

Dalam penjelasannya ia juga banyak mengutip cerira-cerita sejarah dari referensi-referensi yang benar-benar muktamad. Tak hanya sampai di situ, hadirin diajak kepada suatu fakta di mana persatuan umat Islam mulai digerogoti oleh kaum-kaum sekuler yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Islam yang ramah dengan membuka sikap toleransi yang sangat di luar batas keyakinan.

Salah satu contohnya adalah suatu perkataan yang mengatakan bahwa semua agama adalah sama. Semua agama merujuk kepada Nabi Ibrahim.

Dengan begitu, semua agama memiliki satu akar dan keyakinan. Secara kasat mata menurutnya, rentetan garis agama tersebut benar. Tapi secara realita dalam sejarah turun-temurunnya agama-agama tersebut telah mengalami banyak perubahan yang sangat fatal.

“Jika Islam memiliki Tuhan satu seperti yang tertera dalam Surat Al-Ikhlas, sedangkan agama lain memiliki Tuhan lebih dari satu, lantas, apakah hal tersebut menunjukkan jika semua agama adalah sama? Beliau melanjutkan, jika hal yang sangat penting di dalam agama dan tidak bisa ditoleransi adalah keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agama Islam mengajari tentang toleransi tetapi dengan batas-batas yang tidak sampai melanggar keimanan yang menjadi hal penting dan wajib untuk dipegang kuat.”

Menurutnya, saat ini banyak propaganda-propaganda yang mengatasnamakan Islam dengan meneriakkan sebuah ungkapan-ungkapan tertentu juga perlu diwaspadai.

Banyak propaganda-proganda yang tidak sesuai dalam Islam, bahkan justru diambil dari salah satu pedoman agama lain. Hal ini sangat perlu untuk diwaspadai.

Dalam paparannya, Syaikh Muhammad Yahya Ismail terlihat sangat berapi-api dalam memberikan wejangan sebelum berbuka.

Penjelasannya yang interaktif terhadap hadirin mampu menanamkan tentang persatuan umat Islam yang benar-benar harus dipupuk dengan melihat dan melawan keadaan-keadaan buruk yang kini melingkupi genggaman tangan Islam.

Akhirnya, rangkaian acara ditutup dengan doa, kemudian dilanjutkan dengan ta’jil bersama. Seusai ta’jil acara dilanjutkan dengan sholat maghrib berjama’ah dan buka bersama.

“Semoga dengan adanya acara ini, kesadaran kita untuk terus menjalin silaturrahim terus membara dan tidak akan pernah padam,” tutup Wafda Muhammad.*/Adly Al-Fadlly

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hadramautJawa TimurKERAMATliberalmahasiswa IndonesiaRamadhan 1436 Hsemua agama samatarimyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 10 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Menurut Ilmuwan [1]
Tulisan selanjutnya 10 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Menurut Ilmuwan [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ramadhan di Mancanegara

70.000 Jamaah Berkumpul di Masjid Al-Aqsha untuk Shalat Jumat Terakhir di Bulan Ramadhan

9 Mei 2021 11:22
Ramadhan di Mancanegara

Hadapi Gelombong Kedua Covid-19, Mesir Melakukan Penguncian jelang Hari Raya Idul Fitri

6 Mei 2021 14:00
Ramadhan di Mancanegara

Usia 72 Tahun Tak Halangi Nenek Ini Khatam Al-Quran Meski Gunakan Kaca Pembesar

30 April 2021 10:59
Ramadhan di Mancanegara

Bek Leicester City Berterima Kasih pada Lawan Main setelah Diizinkannya Berbuka Puasa

28 April 2021 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?