Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tak Percaya Kabinet, PM ‘Israel’ akan Tes Lakukan Pendeteksi Kebohongan Pejabatnya

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 9 Januari 2024 22:00 10:00 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 9 Januari 2024 18:00
Bagikan
Pemilihan Israel perdamaian
Bagikan

Hidayatullah.com – Perdana Menteri entitas Zionis Benjamin Netanyahu berencana untuk memberlakukan tes lie detector atau pendeteksi kebohongan terhadap para pejabat tinggi politik dan militer menyusul serangkaian kebocoran informasi terkait perpecahan internal kabinet “Israel” ke media.

Menurut Channel 12 Israel, Netanyahu dilaporkan mengatakan kepada kabinet pada hari Minggu bahwa ada “berbagai kebocoran” yang tidak dapat ia biarkan. Gembong Zionis itu lantas mengumumkan pengerjaan sebuah rancangan undang-undang yang akan mengharuskan “setiap orang yang duduk di kabinet dan diskusi keamanan, termasuk jajaran politik dan profesional, untuk menjalani tes kebohongan”.

Langkah ini diambil setelah media “Israel” melaporkan adanya keretakan besar di dalam kabinet setelah pertemuan 4 Januari yang dilaporkan diwarnai dengan teriakan antara para menteri mengenai rencana militer untuk menyelidiki kegagalannya dalam serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober lalu.

Dalam pertemuan tersebut, anggota-anggota kabinet beraliran sayap kanan secara verbal menyerang Kepala Staf Angkatan Bersenjata “Israel” Herzi Halevi yang hadir dalam pertemuan tersebut, dan para menteri lainnya turun tangan untuk membela Halevi. Netanyahu dilaporkan membatalkan dan membubarkan pertemuan tersebut setelah tiga jam.

Pertemuan tersebut pada awalnya direncanakan untuk menyelesaikan perpecahan yang berkembang di antara kabinet mengenai rencana untuk Gaza pasca-perang.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Baca juga: Presiden Turki: Netanyahu Tidak Beda dengan Hitler

Anggota kabinet sayap kanan Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich telah melobi untuk memindahkan penduduk Gaza ke luar negeri dan membangun kembali permukiman “Israel” di daerah kantong tersebut.

Rencana mereka sangat kontras dengan pesan dari pemerintahan Biden dan Menteri Pertahanan “Israel” Yoav Gallant, yang keduanya mengatakan bahwa warga Palestina di Gaza akan mengatur diri mereka sendiri pascaperang.

Setelah pertemuan kabinet tersebut, anggota kabinet perang Benny Gantz mengeluarkan sebuah pernyataan video yang menyerukan agar Netanyahu memilih “antara persatuan dan keamanan atau politik” sebagai upaya untuk menekan Netanyahu agar menyelesaikan masalah ini.

Ini adalah kedua kalinya Netanyahu menyerukan tes kebohongan sejak perang di Gaza dimulai pada 7 Oktober lalu, dan dilaporkan membuat tuntutan yang sama setelah bocornya pertemuan pemerintah pada pertengahan November lalu.

Perang Zionis di Gaza, yang telah dirujuk ke ICJ oleh Afrika Selatan sebagai genosida, telah membunuh sedikitnya 22.835 warga Palestina – sebagian besar perempuan dan anak-anak dan melukai lebih dari 55.416 orang.*

Baca juga: Pertempuran Makin Sengit, Ratusan Ribu Warga ‘Israel’ Jadi Pengangguran

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Benjamin NetanyahuisraelKabinet IsraelKonflik Palestina-IsraelPerang Palestina-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya islam komprehensif Muhammadiyah: Umat Islam Berperan dalam Kemerdekaan, Bukan Ancaman NKRI
Tulisan selanjutnya Korea Selatan Larang Perdagangan Daging Anjing

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?