Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bendera Palestina Berkibar di Gaza

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 September 2005 04:11
Bagikan
Bagikan

Senin, 12 September 2005

Hidayatullah.com–Bendera Palestina dikibarkan di seluruh permukiman Jalur Gaza, Senin sementara pasukan keamanan mengambil alih kekuasaan dari tentara Israel yang menduduki daerah itu selama empat dasawarsa.  Rezim Zionis Yahudi hari ini akan mengakhiri keberadaan pasukan militernya di
seluruh wilayah Jalur Gaza.

Seperti dilaporkan Kantor Berita AFP,
sumber-sumber pemberitaan Yahudi menyatakan, penarikan mundur pasukan
Yahudi dari Jalur Gaza akan dimulai hari ini . Secara
terpisah, sumber-sumber militer Yahudi menyebutkan, acara penyerahan
resmi wilayah Jalur Gaza kepada pemerintah Palestina akan dilaksanakan
dalam dua tahap.

Tahap pertama dilaksanakan di pintu gerbang Eriz dan
tahap berikutnya di pangkalan Militer Israel di Jalur Gaza selatan.

Gemuruh suara tembakan dan cahaya peluru  menerangi langit pada malam hari sementara konvoi-konvoi pasukan Israel menuju perbatasan, yang menandakan akan segera berakhirnya kehadiran militer yang telah memicu konflik dan pertumpahan darah itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pasukan terakhir Israel menurut jadwal akan meninggalkan daerah kecil Mediterania itu sekitar
Senin subuh, yang meninggalkan setumpuk puing dan 24 gereja Yahudi yang akan dibongkar oleh Palestina
setelah Israel menolak tugas itu.

Ribuan personil keamanan Palestina mulai memasuki permukiman-permukiman sekitar pukul 01:00 waktu
setempat (05:WIB) Senin, menguasai seluruh blok permukiman Gush Katif di selatan pada saat itu.

Mereka menari dan bergembira dalam permukiman yang sangat terlarang bagi warga Palestina selama 38 tahun.

"Bendera-bendera Palestina dikibarkan di masing-masing permukiman" termasuk bekas ibukota tidak resmi Neve Dekalim, kata jurubicara Kementerian Dalam Negeri Palestina Tawfiq Abu Khussa kepada AFP.

Penarikan pasukan Israel menyusul pengevakuasian semua pemukim dari Gaza tiga pekan lalu, satu tindakan politik oleh PM Ariel Sharon yang untuk pertama kali Israel memindahkan warga Yahudi dari daerah Palestina yang diduduki.

Keberangkatan pasukan Israel dilakukan pada hari yang gelap hampir seperti yang terjadi pada penarikan
pasukan Israel dari Lebanon selatan lebih dari lima tahun lalu tapi sangat berbeda dengan citra para
pemukim yang ditendang dan diusir secara paksa dari rumah mereka dan gereja -gereja Yahudi bulan lalu.

Seorang jurubicara tentara Israel membenarkan bahwa konvoi-konvoi itu menuju dua perlintasan perbatasan
sementara seorang jurubicara Kementerian Pertahanan mengatakan pasukan terakhir diperkirakan akan
berangkat antara pukul 06:00 waktu setempat dan pukul 07:00 (10:00 dan 11:00 WIB).

Suasana permusuhan terakhir masih juga terjadi pada saat terakhir, dengan kepala staf Angkatan Darat
memperingatkan bahwa Israel tidak akan mentolerir serangan pada masa mendatang setelah penarikan itu.

"Kami tidak akan membiarkan anda lari dari tanggungjawab anda. Kami tidak akan mentolerir
terorisme dan tujuan utama adalah menjaga perbatasan ," kata Dan Halutz, Ahad pada acara penurunan bendera di permukiman Neve Dekalim.

Menteri Pertahanan Shaul Mofaz, Halutz dan kepala kepolisian Moshe Karadi menurut rencana akan bertemu
dengan tentara di Israel selatan sekitar pukul 08:30 waktu setempat (12:30 WIB).

Tahap terakhir pengunduran diri itu, satu operasi yang kontroversial yang membuat terpecahnya Israel tapi
disambut baik oleh masyarakat internasional, memberikan lampu hijau ketika kabinet setuju
gereja-gereja Yahudi ditinggalkan secara utuh

Kesal dengan keputusan Israel itu, para pemimpin Palestina mengatakan pihaknya akan membongkar
gereja-gereja itu setelah beberapa jam menguasai daerah-daerah yang telah ditinggalkan.

"Jika ia menghormati agama, Israel harus memindahkan gereja-gereja ini kembali ke wilayahnya," kata Menteri Urusan Sipil Palestina Mohammed Dahlan.

Selain dari gereja-gereja itu hampir semua 21 bekas permukiman telah dibongkar dalam tiga pekan sejak para pemukim Yahudi dievakuasi oleh tentara dan polisi.

Kedua pihak mengaku bahwa rumah-rumah para pemukim tidak memadai untuk memenuhi perumahan bagi 1.3 juta warga Palestina yang miskin, yang tinggal di salah satu dari tempat-tempat yang paling padat di dunia. (atn/irib)

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Barat kenang 11 September, Al Qaidah Ancam Bom
Tulisan selanjutnya Berwewah-mewah di Ultah Liem Sioe Long

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?