Hidayatullah.com—Mayat lebih dari 90 orang migran, kebanyakan perempuan dan anak-anak yang mati karena kehausan, telah ditemukan di daerah Gurun Sahara di utara Niger.
Kendaraan mereka mogok saat berusaha menyeberangi gurun itu. Orang-orang kemudian berpencar untuk mencari air. Mayat mereka ditemukan di tempat terpisah, sebagian dilaporkan tubuhnya sudah dimakan binatang, lansir Euronews Kamis (31/10/2013).
Rombongan migran itu berasal dari kota tambang Arlit di utara Niger, menuju ke Aljazair. Sekitar 20 orang selamat dari malapetaka itu, sebagian berjalan hingga berkilo-kilo meter melewati daerah tak bertuan untuk memberitahukan bencana tersebut.
Rute melewati gurun tandus Sahara kerap digunakan migran dari Niger, salah satu negara termiskin di dunia, menuju ke negara lain termasuk Eropa.
Ratusan orang yang mencoba peruntungannya di negeri asing melalui jalur Laut Mediterania tenggelam saat berusaha menyeberang dalam beberapa bulan terakhir.
Tragedi itu menimbulkan perdebatan baru di Eropa tentang gelombang pengungsi dalam jumlah besar dari Afrika dan bahaya perdagangan manusia.*