Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bos Implan Payudara Prancis Dicari Interpol Sejak Juni

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 25 Desember 2011 09:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pendiri perusahaan produsen implan payudara asal Prancis yang dianggap menimbulkan keresahan di berbagai negara mulai diburu oleh interpol. Agen polisi internasional telah memasukan identitas Jean-Claude Mas, berusia 72 tahun, dicari di Kosta Rika karena melakukan kejahatan berkaitan dengan “kehidupan dan kesehatan”. 

Dalam daftar buronan internasional di situs interpol, dipajang dua foto wajahMas.
Disebutkan Mas diburu oleh otoritas Kosta Rika, tanpa ada penjelasan secara rinci. Demikian tulis BBC (24/12/2011).

Namun Euronews (24/12/2011) melaporkan, Interpol tidak memburu bos PIP (Poly Implant Protes) itu atas kasus implan payudara yang mematikan produksi perusahaannya.

Berdasarkan pengumuman yang Hidayatullah.com baca dalam situsnya, Interpol (24/12/2011) mengeluarkan rilis pers berjudul “INTERPOL Red Notice for Jean-Claude Mas issued at request of Costa Rica unrelated to breast implants”.

Interpol menegaskan pencarian atas Jean-Claude Mas tidak berhubungan dengan kasus implan payudara. Hingga saat ini red notice atas nama Jean-Claude Mas dikeluarkan hanya terkait dengan kasus mengemudi dalam keadaan mabuk di negara Kosta Rika,  yang jika Mas terbukti bersalah dapat dipenjara selama 3 tahun.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Red notice yang sama –atas permintaan Kosta Rika– telah dimunculkan sejak bulan Juni tahun ini di situs Interpol, dan menarik perhatian internasional karena kontroversi yang meliputi Jean-Claude Mas terkait dengan impan payudara buatan perusahaannya yang diduga dapat membahayakan kesehatan para wanita.

Interpol tidak pernah meluncurkan “perburuan manusia internasional” atas Jean-Claude Mas untuk kasus payudara implan itu atau kasus lainnya. Demikian tulis Interpol.

Interpol tidak akan memberikan komentar lebih lanjut tentang masalah itu, pungkasnya dalam rilis pers tersebut.

Puluhan ribu wanita menggunakan implan payudara buatan PIP, perusahaan milik Jean-Claude Mas. Belakangan implan-implan tersebut menimbulkan masalah karena banyak yang bocor, sehingga mengganggu kesehatan para wanita, bahkan ada yang meninggal dunia.

Tidak ingin membuat masalah lebih parah, pemerintah Prancis memerintahkan agar implan payudara PIP yang telah dipasang dalam tubuh sekitar 30.000 wanita dilepas kembali. Pemerintah Paris juga bersedia menanggung biaya operasi pelepasannya.

Salah seorang dokter bedah plastik Prancis menyebut Mas sebagai “penjagal”.

Patrik Baraf mengatakan, para dokter ditipu oleh brosur-brosur yang menyebutkan kualitas implan produksi PIP sangat bagus.

Menurutnya, siapa yang tahu bahwa penelitian dan uji laboratorium atas produk tersebut telah dilakukan dengan benar.

“Sangat mungkin dipalsukan dan dalam kasus PIP, perusahaan itu dijalankan oleh seorang pria yang berlatar belakang bisnis dan bukan medis,” kata Baraf, dikutip Euronews.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Faksi Iraq Teken Perjanjian Damai Buatan Syi’ah
Tulisan selanjutnya Masjid di Belanda Mulai Pakai Bahasa ‘Londo’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?