Hidayatullah.com—Turki akan menggelar pemilihan umum dini pada pada 1 Nopember besok, setelah perdana menteri gagal membentuk pemerintahan usai pemilu Juni lalu, karena koalisi tidak terbentuk. Dalam perayaan Hari Republik ke-29 hari Kamis (29/10/2015), Presiden Recep Tayyip Erdogan kembali menyuarakan preferensinya akan pemerintahan satu partai –oleh partainya AK Parti.
Walaupun demikian, Erdogan, bekas ketua dan pendiri AKP, mengaku “kami semua akan menghormati hasil yang muncul dari kotak-kotak suara. Namun jika kita melihat masyarakat-masyarakat dunia di mana terdapat stabilitas dan kepercayaan, kita tidak melihat adanya pemerintahan koalisi. Sebaliknya, kita melihat pemerintahan satu partai ..,” kata Erdogan kepada wartawan dalam acara jamuan dalam rangka Hari Republik seperti dikutip Hurriyet.
“Jika negeri kita menjatuhkan pilihan pada pemerintahan satu partai, maka saya yakin hal itu akan menjadi dasar untuk terwujudnya kembali suasana stabilitas dan kepercayaan yang pernah kita nikmati selama 12-13 tahun,” kata Erdogan, merujuk pada masa pemerintahan AKP, sebelum pemilu Juni 2015 di mana partai itu kehilangan kursi mayoritas parlemen.
Ketika ditanya apakah Erdogan akan merasa “tersinggung” jika hasil pemilu ternyata mengharuskan pembentukan pemerintahan koalisi, tokoh AKP itu menjawab, “Tidak, tidak ada tempat untuk kekecewaan dan sakit hati (dendam) dalam politik.”
Sementara itu, pada Kamis malam lalu dalam wawancara dengan stasiun televisi NTV, Perdana Menteri Ahmet Davutoglu mengatakan tidak ada agenda untuk pemilihan ulang, jika lagi-lagi pemilihan umum tahun ini tidak menghasilkan pemerintahan satu partai.
“Tidak ada hal semacam itu dalam agenda kami. Dan saya juga tidak yakin Turki akan mentolerir hal tersebut,” kata Davutoglu, yang menjabat ketua AKP menggantikan Erdogan.*