Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kolombia dan Pemberontak FARC Akhirnya Berdamai Setelah 50 Tahun Berperang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Juni 2016 18:21 6:21 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Juni 2016 18:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Kolombia dan Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC) akhirnya menandatangani kesepakatan gencatan senjata, yang isinya termasuk peletakan senjata oleh kelompok pemberontak itu yang telah mengokang senjata selama lebih 50 tahun terakhir.

Para perunding menandatangani kesepakatan gencatan senjata itu pada hari Kamis (23/6/2016) di Havana, dengan dihadiri oleh Presiden Juan Manuel Santos dan Komandan FARC Rodrigo “Timochenko” Londono.

Momen bersejarah itu juga dihadiri oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon, Presiden Kuba sebagai tuan rumah, serta presiden negara Venezuela, Chile dan Menlu Norwegia.

Kesepakatan itu merupakan tahap akhir dari negosiasi alot yang digelar sejak 2012.

Perang sipil di Kolombia selama puluhan tahun itu telah mengakibatkan lebih dari 220.000 orang tewas dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kolombia menjadi terbiasa dengan konflik. Kami bahkan tidak memiliki kenangan sedikit pun seperti apa hidup dalam kedamaian itu,” kata Santos di Havana. “Hari ini bab baru dibuka, yang membawa kembali perdamaian dan memberikan kemungkinan kepada anak-anak kita untuk keluar dari sejarah yang kelam.”

Sebelumnya Santos mengatakan bahwa penandatanganan kesepakatan akhir mungkin akan dilakukan pada 20 Juli, bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Kolombia dari Spanyol. Namun, penandatangan hari Kamis kemarin itu adalah langkah maju yang melampaui harapan.

Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata, kedua pihak sepakat dilakukannya demobilisasi dan penyerahan senjata ke pihak pemantau dari PBB dalam waktu 6 bulan.

Selain itu, kesepakatan tersebut menjamin transisi FARC menjadi partai politik akan berjalan dengan aman.

Namun, kesepakatan Kolombia-FARC itu tidak menjamin negara itu akan menjadi aman. Pasalnya, geng-geng narkoba dan kriminal terorganisir masih beroperasi hingga ke daerah terpencil di seluruh penjuru negeri. Selain itu, pendukung bekas presiden Alvaro Uribe yang sangat populer tidak menyetujui perdamaian pemerintah dengan FARC.

Meskipun demikian, para pemimpin regional dan internasional antusias dengan kesepakatan damai itu.

“Proses perdamaian ini tidak bisa balik mundur,” kata Presiden Kuba Raul Castro, yang negaranya menjadi salah satu penjamin perundingan.

Sementara itu Menlu Amerika Serikat John Kerry di Washington mengatakan “garis finish semakin dekat dan lebih dekat dari apa yang selama ini telah dicapai,” tetapi “kerja keras masih harus dituntaskan.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Tahan 50 Laki-Laki karena Gunakan Model Rambut ‘tak Islami’
Tulisan selanjutnya Rakyat Memilih Inggris Keluar dari Uni Eropa, PM Cameron Segera Mundur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?