Hidayatullah.com—Delapan orang termasuk dua petugas pemadam kebakaran telah tewas dalam sejumlah kecelakaan yang berkaitan dengan angin ribut Friederike yang beberapa hari ini sedang menderu di kawasan Eropa.
Kedua petugas damkar itu sedang melakukan aksi pembersihan di Jerman ketika mereka kehilangan nyawa.
Banyak dari korban tewas, di Belanda dan Jerman, tertimpa pohon tumbang atau reruntuhan. Satu orang dikabarkan tewas dalam tabrakan ketika mobil vannya terseret angin sehingga berpindah ke seberang jalan.
Angin topan itu sekarang sedang berhembus menuju Polandia, lapor BBC hari Kamis (18/1/2018).
Menghadapi angin berkecepatan hingga 140 km/jam, operator kereta di Jerman Deutsche Bahn membatalkan semua perjalanan jarak jauh pada hari Kamis.
Banyak layanan regional lain juga dibatalkan.
Penerbangan di Bandari Schiphol Amsterdam, salah satu yang tersibuk di Eropa, sempat ditangguhkan sebentar. Dua dari tiga ruang tunggu keberangkatannya ditutup setelah angin menerbangkan atap bangunan terminal.
Orang-orang yang mendarat di Bandara Schiphol mengatakan kepada para reporter bahwa mereka mengalami pendaratan berguncang, sampai-sampai sejumlah orang terpental dari tempat duduknya.
Angin topan itu, yang diberi nama Friederike di Jerman, berhembus dengan sangat kencang dari arah barat menuju timur sebelum mencapai Polandia.
Angin ribut itu berputar di wilayah Inggris hari Rabu malam hingga Kamis pagi, mengakibatkan banyak pohon tumbang dan ribuan rumah kehilangan pasokan listrik.
Pakar-pakar cuaca di Jerman memperingatkan agar orang tidak keluar rumah dan sekolah ditutup. Di negara itu 65.000 rumah dikabarkan mengalami pemadaman listrik.
Deutsche Bahn membatalkan layanan kereta jarak jauh di wilayah Nordrhein-Westfalen (NRW), Rheinland-Pfalz, serta Niedersachsen (Lower Saxony). Kereta regional masih beroperasi, tetapi melaju dengan kecepatan rendah akibat angin yang berhembus sangat kencang.
Banyak penerbangan domestik Jerman juga dibatalkan.
https://www.youtube.com/watch?v=l5znsBiHqWA
Suara alarm terdengar nyaring di kota Duisburg, memperingatkan warga agar tidak keluar rumah, lapor situs berita Jerman WDR.
Pengguna media sosial seakan berlomba mengunggah foto dan video pemandangan saat Friederike berhembus di daerah mereka dan menumbangkan banyak pepohonan, menerbangkan atap-atap bangunan, bahkan mendorong, menyeret dan menghempaskan para pejalan kaki, serta menjungkirbalikkan kendaraan-kendaraan di jalan raya.
Di Belanda, polisi menutup sementara kota Almere yang berpenduduk 200.000 jiwa tak jauh dari Amsterdam. Lewat media sosial, pihak berwenang mengimbau agar orang tetap tinggal di dalam rumah mereka.
Website transportasi nasional Belanda VID melaporkan bahwa sedikitnya 17 kendaraan truk terbang dihempaskan angin.
Dinas perkeretaan Belanda NS dan operator kereta ProRail melaporkan bahwa kabel-kabel listrik atas rusak akibat angin kencang, demikian pula sejumlah rel kereta.
Dalam peringatan yang dimuat di websitenya NS mengatakan bahwa malam hari hanya akan ada segelintir kereta yang melintas.*