Hidayatullah.com—Sebuah video dan gambar menampilkan ratusan ribu orang, mengawal pemakaman seorang imam di China di media sosial baru-baru ini.
Penghormatan luar biasa kepada Imam Ma Changqing (83) membuat suasana kepadatan manusia peziarah dari masjid, jalan raya hingga ke kuburan.
Ulama berpengaruh di China ini meninggal hari Senin, yang dikenal telah menyerukan umat Islam Muslim di wilayahnya untuk memberikan sumbangan kepada para korban gempa bumi Sichuan pada tahun 2008.
Informasi yang diperoleh dari beberapa halaman internet mengungkapkan Imam adalah orang asli Ma Changqing, etnis Dongxiang.
Lahir pada Maret 1936 di Prefektur Gansu, mendiang Ma Changqing adalah seorang tokoh Tionghoa terkemuka, imam dan seorang sarjana Islam di China.
Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China
Anak-Anak Muslim di Linxia China Dilarang Belajar Agama dan Masuk Masjid
Selain sebagai seorang imam agama seperti Mesjid Masjid di kota Xining, ia juga Ketua Asosiasi Islam Gansu, Ketua Asosiasi Islam Kota Xining dan Wakil Direktur Jenderal Institut Gansu Al-Quran.
Selain kesetiaannya kepada komunitas Muslim, Imam Ma Changqing juga memegang beberapa jabatan politik termasuk Wakil Ketua Komite ke-10 Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat Qinghai.
Pada Maret 2013, ia ditunjuk sebagai anggota Komite Konstitusi ke-12 dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (CPPCC).
Kiprahnya pernah ditulis Journal of Three Gorges University, edisi Humanity and Social Sciences. Dalam laporan di jurnal itu menyatakan, setelah gempa bumi melanda Provinsi Wenchuan di Provinsi Sichuan tanggal 12 Mei 2008, organisasi keagamaan di China segera bertindak.
Sesaat sebelum akhir bulan, organisasi keagamaan di China menyumbangkan 400 juta Yuan uang dan barang ke daerah-daerah yang terkena bencana. Dari jumlah ini, 24 juta Yuan atau 6 persen disumbangkan oleh organisasi-organisasi Islam.
https://www.youtube.com/watch?v=4iJYgCPBad4
Menurut jurnal itu, pada 16 Mei 2008, empat hari setelah gempa, Masyarakat Islam Provinsi Qinghai di kota Xining dan beberapa distrik segera meluncurkan kampanye untuk mengumpulkan sumbangan melalui Palang Merah Qinghai.
Upaya itu bertepatan dengan hari Jumat dimana dihadiri 20.000 jamaah saat sholat di masjid.
Jurnal tersebut secara khusus melaporkan bahwa Imam Ma Changqing, Wakil Ketua Komite Konsultatif Politik di Provinsi Qinghai, mengirimkan khotbah Jumat pada hari itu.
Dalam khotbahnya, ia mengutip beberapa ayat Al-Quran dan hadits tentang memberikan bantuan infaq dan amal Islam, dan mendesak warga Muslim untuk memperbanyak sumbangan, menunjukkan belas kasih dan kasih sayang pada para korban gempa di daerah yang terkena dampak.
Banyak umat Muslim menanggapi panggilan tersebut dan segera menyumbangkan sumbangan secara tunai untuk membantu keluarga korban gempa.
Implikasi serupa dibuat oleh para imam di beberapa tempat, seperti Imam Su Dezhen dari Masjid Yudai Qiao dan anggota komite manajemen masjid yang disisipkan sumbangan dari sidang dan berhasil mengumpulkan 800.000 Yuan dalam tiga hari.
Mereka juga mengirim barang-barang seperti minyak, tenda, selimut dan makanan halal untuk para korban gempa.
Pada 23 Mei 2008, Muslim di Xining, dipimpin oleh ulama mereka, mengumpulkan uang dan barang mereka senilai 4.2 juta Yuan untuk para korban gempa.*