Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

PM Prancis Mengutuk Aksi Penikaman Seorang Muslim di Sebuah Masjid

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 April 2025 22:48 10:48 pm
Ahmad
Dipublikasikan 28 April 2025 22:46
Bagikan
Perdana Menteri François Bayrou
Bagikan

Hidayatullah.com—Perdana Menteri François Bayrou mengecam penusukan keji seorang jamaah Muslim di sebuah masjid di Prancis selatan, menyebutnya sebagai “kekejaman Islamofobia”.

Tersangka, yang diidentifikasi sebagai warga negara Prancis asal Bosnia, masih buron. Pihak berwenang sedang menyelidiki insiden tersebut sebagai kemungkinan kejahatan rasial.

Penyerang menikam jamaah tersebut lebih 50 kali lalu memfilmkannya dengan telepon genggam sambil meneriakkan hinaan terhadap Islam dalam serangan hari Jumat di desa La Grand-Combe di wilayah Gard, Prancis selatan.

“Seorang jamaah dibunuh kemarin,” tulis Bayrou dalam sebuah pesan yang diunggah di X. “Kekejaman Islamofobia itu ditampilkan dalam sebuah video,” tambahnya.

“Kami berdiri bersama orang-orang terkasih korban, bersama para penganut agama yang sangat terkejut. Sumber daya negara dimobilisasi untuk memastikan pembunuhnya ditangkap dan dihukum,” tulis Bayrou.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Sebelumnya pada hari Sabtu, para penyelidik mengatakan bahwa mereka memperlakukan pembunuhan itu sebagai kemungkinan kejahatan Islamofobia.

Tersangka masih bebas pada hari Sabtu, jaksa wilayah Abdelkrim Grini mengatakan kepada AFP.

Rekaman yang diambil oleh pembunuh itu menunjukkan dia menghina “Allah”, istilah Arab untuk Tuhan, tepat setelah dia melakukan serangan itu.

Tersangka pelaku mengirim video yang direkamnya dengan ponselnya, yang memperlihatkan korban yang menggeliat kesakitan, kepada orang lain, yang kemudian membagikannya di platform media sosial sebelum menghapusnya.

Pembunuhan itu sendiri tidak ditampilkan pada gambar yang diunggah di media sosial, tetapi direkam oleh kamera keamanan di dalam masjid. Dalam rekamannya sendiri, pembunuh tersebut melihat kamera-kamera ini dan terdengar berkata: “Saya akan ditangkap – itu sudah pasti.”

‘Kekerasan biadab’

Menurut sumber lain, yang juga meminta untuk tidak disebutkan namanya, tersangka pelaku, meskipun tidak ditangkap, telah diidentifikasi sebagai warga negara Prancis asal Bosnia yang bukan seorang Muslim.

“Orang tersebut sedang dicari secara aktif. Ini adalah masalah yang ditangani dengan sangat serius,” kata jaksa Grini.

“Semua kemungkinan sedang dipertimbangkan, termasuk tindakan yang berdimensi Islamofobia,” tambahnya.

Ia mengonfirmasi bahwa kantor kejaksaan antiteror Prancis sedang mempertimbangkan apakah akan mengambil alih kasus tersebut.

Korban dan penyerang berada di dalam masjid saat kejadian.

Setelah awalnya shalat bersama pria tersebut, penyerang kemudian menikam korban hingga 50 kali sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.

Jenazah korban baru ditemukan pada pagi harinya saat jamaah lain tiba di masjid untuk shalat Jumat.

Menurut jaksa Grini, korban, yang berusia antara 23 dan 24 tahun, adalah jamaah tetap di masjid tersebut. Pembunuhnya belum pernah terlihat di sana sebelumnya.

Menurut beberapa orang yang diwawancarai AFP di lokasi kejadian pada hari Jumat, korban adalah seorang pemuda yang datang dari Mali beberapa tahun lalu dan “sangat terkenal” di desa tersebut, tempat ia sangat dihormati.

Bekas pusat pertambangan sekitar 10 kilometer (enam mil) dari kota Ales, La Grand-Combe mengalami salah satu tingkat pengangguran tertinggi di Prancis setelah berakhirnya penambangan batu bara.

Pada hari Jumat, Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau menggambarkan pembunuhan itu sebagai “mengerikan”.

Ia menyatakan “dukungannya bagi keluarga korban dan solidaritas dengan komunitas Muslim yang terkena dampak kekerasan biadab ini di tempat ibadah mereka pada hari shalat.”

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamofobiajamaah MuslimMasjid PrancisMuslim PrancispenusukanPerdana Menteri François Bayrou
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Halal Bi Halal JATII 2025, HNW Ingatkan Sejarah Ulama dan Islam di Negeri Ini
Tulisan selanjutnya MUI Ketapang Tetapkan “Islam Sejati” sebagai Aliran Sesat,  Warga Diminta Waspada

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?