Hidayatullah.com—Pasukan militer Rusia semakin dekat ke Kota Kyiv, hari ini, ketika pejabat Ukraina mengumumkan bahwa ibu kota itu sekarang diubah menjadi ‘benteng’. Sementara Presiden Yolodymyr Zelensky menuduh Moskow menargetkan ‘koridor kemanusiaan’.
Sebuah konvoi militer besar Rusia yang telah ditempatkan di luar ibu kota Ukraina, Kyiv, sejak pekan lalu tampaknya telah bubar, menurut sebuah perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat, saat kota itu bersiap untuk kemungkinan serangan darat.
Maxar Technologies mengatakan citra satelit yang diambil pada hari Kamis menunjukkan bahwa kendaraan, tank dan artileri sepanjang 64 km (40 mil) telah putus dan telah dipindahkan.
Imran Khan dari Al Jazeera, melaporkan dari Kyiv, mengatakan kendaraan dalam konvoi itu mengubah posisi tetapi tidak jelas apakah mereka sedang dipindahkan atau mengamankan jalur pasokan.
“Kami tidak tahu [jika] mereka pindah ke bagian lain dan memperkuat serangan lain yang mungkin terjadi atau apakah mereka mencoba mengamankan jalur pasokan untuk masuk ke Kyiv dalam beberapa hari mendatang,” katanya. “Ini adalah perubahan taktik yang signifikan jika mereka memindahkannya ke tempat lain tetapi jika mereka memasoknya kembali, itu bisa menunjukkan bahwa mereka melakukan serangan ke Kyiv.”
Ratusan ribu warga sipil masih bersembunyi di kota-kota di seluruh negeri, termasuk Mariupol yang terkepung, setelah pembicaraan pertama antara diplomat top Moskow dan Kyiy berakhir tanpa kemajuan, kutip AFP.
Militer Ukraina dalam sebuah pernyataan memperingatkan bahwa ‘musuh berusaha menghancurkan pertahanan pasukan militer Ukraina’ di sekitar wilayah di barat dan barat laut ibukota ‘untuk memblokir Kyiy’.
“Kami tidak dapat mengesampingkan bahwa musuh bergerak ke timur menuju Broyary,” menurut pernyataan itu.
Di ibu kota, Wali Kota Yitali Klitschko menginformasikan, setengah dari populasi warganya telah melarikan diri, dan kota ‘telah berubah menjadi benteng.’ “Setiap jalan, setiap bangunan, setiap pos pemeriksaan sudah diperkuat dengan benteng,” katanya.
Saat ini, pasukan Rusia mengepung setidaknya empat kota besar di Ukraina, dan kendaraan lapis baja dilaporkan menuju ke pinggiran timur laut Kyiy di mana pinggiran kota, termasuk Irpin dan Bucha, telah dibombardir selama berhari-hari. Militer Ukraina juga menggambarkan pertempuran sengit yang terjadi untuk menguasai jalan raya utama menuju ibu kota.*