Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah Jerman: Alexei Navalny Sepertinya Diracun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Agustus 2020 20:12 8:12 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Agustus 2020 20:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang jubir pemerintah Jerman hari Senin (24/8/2020) mengatakan bahwa sepertinya tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny telah diracun.

“Ada kecurigaan … bahwa seseorang telah meracuni Navalny –bahwa seseorang serius meracuni Navalny— yang, malangnya, ada sejumlah contoh kasus dalam sejarah Rusia belakangan ini, sehingga dunia menganggap sangat serius kecurigaan ini,” kata Steffen Seibert, jubir untuk Kanselir Angela Merkel, kepada para reporter seperti dilansir DW.

“Dikarenakan ada kemungkinan serangan racun, maka perlindungan perlu diberikan,” imbuhnya.

Navalny, seorang politisi Rusia pengkritik keras pemerintahan Presiden Vladimir Putin, sudah beberapa hari ini dalam kondisi koma. Pria berusia 44 tahun itu dipindahkan ke Berlin hari Sabtu dengan menggunakan penerbangan yang dioperasikan Jerman untuk mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Charite di ibu kota Jerman.

Para pendukung Navalny menuding dokter-dokter di Rusia menunda-nunda proses pemindahannya ke rumah sakit Jerman.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jubir RS Charite, Manuela Zingl, mengatakan bahwa Navalny akan menjalani tes diagnostik menyeluruh dan para dokter tidak akan memberikan komentar tentang penyakit atau perawatannya sampai mereka benar-benar dapat mengevaluasi hasil pemeriksaan.

Dirk Wiese, koordinator urusan Eropa Timur pemerintah Jerman, mengatakan kepada lembaga penyiaran publik Jerman ZDF bahwa polisi ditempatkan di luar rumah sakit sebagai tindakan penjagaan dan bahwa penyebab sakitnya Navalny belum dipastikan. Dia juga menegaskan bahwa pihak Jerman menanti sikap kooperatif pihak Rusia guna mengetahui penyebab pasti sakitnya politisi muda Rusia yang cukup banyak memiliki pendukung tersebut.

Wiese mengatakan kondisi Navalny saat ini kritis tetapi stabil.

“Dia sekarang ini mendapatkan perawatan terbaik yang mungkin dilakukan,” imbuhnya.

Para dokter di sebuah rumah sakit di Siberia yang sempat merawat Navalny mengatakan bahwa mereka tidak menemukan jejak racun dalam tubuhnya.

Mereka juga membantah mendapat tekanan dari luar terkait perawatan yang diberikan untuk Navalny.

“Kami menyelamatkan nyawanya dengan usaha dan kerja keras. Tidak ada pengaruh dari luar terkait perawatan pasien tersebut dan ha itu tidak diperbolehkan terjadi,” kata Alexander Murakhovsky, dokter kepala di rumah sakit yang terletak di kota Omsk di Siberia itu dalam konferensi pers.

Para dokter di Rusia tidak mengatakan secara spesifik apa yang telah mereka lakukan untuk menyelamatkan nyawa Navalny dan pengobatan apa yang telah diberikan kepadanya. Namun pekan lalu, mereka mengatakan bahwa Navalny didiagnosis mengalami masalah penyakit metabolisme yang mungkin dipicu oleh kadar gula dalam darah yang rendah.

Alexei Navalny beberapa tahun terakhir keluar-masuk penjara dan tidak jarang diserang secara fisik, akibat kerap menggelar protes dan menggalang massa menggugat pemerintahan Putin yang ditudingnya menyuburkan praktik korupsi.

Sejumlah media melaporkan bahwa Navalny sedang dalam perjalanan dengan pesawat dari bandara Tomsk Bogashevo menuju Moskow ketika sakit jatuh sakit. Di bandara itu dia sempat memesan secangkir teh di sebuah kedai kopi. Tidak lama setelah pesawat lepas landas, Navalny merasa kesakitan hingga berteriak. Pesawat yang ditumpanginya lantas mendarat darurat di bandara Omsk.

Teman seperjalanannya mengatakan Navalny tidak mengkonsumsi apapun di bandara Tomsk Bogashevo kecuali minuman teh panas tersebut.

Kira Yarmish, sekretaris pers yang ikut bepergian bersama Navalny, mengatakan bahwa para dokter memberitahukan kepada dirinya racun yang dicampurkan ke dalam teh panas akan cepat diserap oleh tubuh. 

Namun, setelah polisi Rusia berdatangan ke rumah sakit tempat Navalny dirawat, para dokter tidak lagi berbicara terbuka kepada Yarmish mengenai kondisi bosnya tersebut dan mereka tidak lagi bicara soal racun, lansir The Guardian.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Alexei NavalnyJermanracunrusiaVladimir Putin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Ramaphosa: Partai Penguasa ANC Banyak Terlibat Korupsi
Tulisan selanjutnya Perempuan Indonesia Dijajah, Salah Siapa?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?