Hidayatullah.com— Lebih dari 150 orang tewas dalam peningkaran penyakit kolera di Kamerun selama delapan bulan terakhir, kata PBB. Sementara itu, sebanyak tujuh dari 10 wilayah negara Afrika Barat telah melaporkan kasus kolera.
“Kementerian kesehatan mencatat 8.241 kasus dan 154 kematian,” pada akhir Mei, kata Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) dikutip AFP.
Kasus paling parah terkena dampak kolera adalah di Southwest dengan 5.628 kasus dan 90 kematian, diikuti oleh Littoral dengan 2.208 kasus dan 58 kematian, kata OCHA. Akses ke Barat Daya “tetap sulit” setelah bertahun-tahun kekerasan antara separatis berbahasa Inggris dan militer, kata kepala kantor OCHA Kamerun Karen Perrin.
Kolera adalah penyakit diare akut yang dapat diobati dengan antibiotik dan hidrasi tetapi dapat membunuh dalam beberapa jam jika tidak diobati. Wabah terjadi secara teratur di Kamerun, yang memiliki populasi lebih dari 25 juta.
Wabah terakhir terjadi antara Januari dan Agustus 2020, ketika 66 orang meninggal. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), para peneliti memperkirakan bahwa setiap tahun ada antara 1,3 juta dan 4,0 juta kasus kolera di seluruh dunia, yang menyebabkan antara 21.000-143.000 kematian. *