Hidayatullah.com–Imbauan menerapkan filtering dan internet sehat kepada semua pengusaha warnet pengusaha warnet, tidak mungkin bisa dilakukan. Anggota AWARI yang ada saat ini belum mencakup semua warnet.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Warung Internet Indonesia (AWARI) M. Irwin Day yang ditemui Hidayatullah.com di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/08)
“Anggota kami seluruh Indonesia ada 1000 orang. Sedangkan warnetnya ada 2500 lebih yang menjadi anggota AWARI. Jadi susah menjamin apakah imbauan tersebut sampai atau tidak,” kata Irwin.
Upaya lain yang terus dilakukan AWARI adalah seruan kepada pengusaha-pengusaha warnet untuk menggunakan software original. Selain itu, juga menyerukan soal kejelasan perizinan operasi usaha warnet . “Ini harus jelas seperti apa,” tegasnya.
Dikatakan Irwin, pihaknya tidak punya hak untuk melakukan teguran kepada pengusaha-pengusaha warnet yang sudah tergabung dalam anggota AWARI, namun tidak mentaati imbauan yang ada.
“Yang bisa kami lakukan hanya sebatas imbauan. Soal imbauan itu dilakukan atau tidak, itu terlepas kepada penguasa warnet itu sendiri. Tapi setahu saya, yang anggota-anggota AWARI mengikuti imbauan kami,” jelasnya.
Terkait maraknya situs-situs porno, kata Irwin, memang harus diblokir. “Masak kita biarkan aja. Justru teman-teman pengusaha warnet sudah merasakan bagaimana dahsyatnya pengaruh situs-situs porno ini,” ujarnya.
Artinya, Irwin melanjutkan, katakanlah ada warnet yang tidak tahu caranya melakukan blokir. Terus ada user yang akses internet di warnetnya, kemudian tiba-tiba ada razia warnet dari aparat. Akhirnya ditemukan ada konten-konten porno yang tersimpang dalam hardisk, padahal itu user yang akses, warnetnya sendiri tidak ada niat untuk melakukan hal-hal yang demikian.
Menurut Irwin, memang mungkin ada warnet-warnet nakal yang menyediakan konten-konten porno dalam hardisknya. Tapi itu tidak bisa dijadikan dasar untuk menggeneralisasi bahwa semua warnet seperti itu.
Tapi yang harus dicermati, imbuh dia, memang sulit melakukan filtering kalau seseorang itu tidak tahu bagaimana caranya.
“Pengetahuan filtering kan bukan pengetahuan yang umum,” jelasnya.
Irwin Day berharap, para pengguna bisa memanfaatkan internet untuk hal-hal yang baik, serta tidak digunakan untuk hal-hal yang sama sekali tidak produktif.
“Kami yakin, kalau difilter, user yang tadinya mengakses situs-situs negatif, akan mengakses situs-situs yang positif,” pungkasnya. [ain/hidayatullah.com]
Foto:Irwin (AWARI)/Muh. Abdus Syakur/hidayatullah.com